Selasa, 04 September 2012

Filosofi 'Sumur'

Pernahkan anda berpikir tentang sumur? ada apa dengan sumur ? apa hebatnya sumur ?



Sumur adalah sebuah sumber air yang digali. Namun selain sumber air, sumur juga bisa merupakan sumber minyak dan gas .
 
Sebuah sumur tradisional biasanya berupa lubang yang agak besar dan diberi tembok bulat pinggirnya. Biasanya lalu air ditimba dengan sebuah ember . Sumur2 Modern , di Indonesia di daerah perkotaan, sumurnya  kecil dan hanya sebesar ya..... pipa paralonlah . Airnya disedot dengan sebuah listrik yang di sebut Pompa air .



terus !

Pernahkah Anda semua memperhatikan Seorang penggali sumur dalam melakukan kegiatannya? Apabila Kita menggali sebuah sumur, maka kita harus menggalinya jauh ke dalam sampai menemukan sumber mata airnya.

Dapatkah sumur itu penuh tanpa mencapai sumber air yang dalam itu?

Bila hanya bergantung pada hujan atau sumber luar lain untuk mengisi sumur itu, maka air itu hanya akan menguap atau diserap oleh tanah. Hanya jika kita menggali cukup dalam untuk mendapatkan mata air, maka kita akan sampai pada sumber air yang tak habis-habisnya.

Demikian juga halnya, jika kita hanya membaca sebuah buku atau lebih khusus lagi membaca ayat-ayat dari kitab suci, tanpa menggali lebih dalam untuk mencari maknanya, hal itu seperti menggali sebuah sumur tanpa mencapai mata airnya atau seperti mencoba mengisinya dengan air hujan.


Kedua cara ini tidak akan memadai / efektif . Hanya apabila kita membuka mata air yang ada di dalamnya dan ilmu Tuhan mengalir dari sana, maka mata air sifat-sifat Tuhan akan mengisi hati kita. Dan hanya setelah itu kita dapat menerima kekayaan-Nya. Yang akhirnya bermuara pada kedamaian dan Ketenangan.

Pendengaran, penglihatan dan hati atau akal adalah merupakan perangkat atau alat untuk menggali. Perangkat ilmu yang Allah berikan kepada kita semua merupakan sebuah potensi yang tiada ternilai harganya, dengan penglihatan, pendengaran dan hati (akal) manusia mampu menggali ilmu yang lebih dalam. Sehingga nantinya kita akan mendapatkan mata air yang mengalir tiada henti.

Dalam kehidupan kita pun filosofi menggali sumur ini juga berlaku. Tatkala baru menggali, siap-siaplah berjumpa lumpur (dicap munafik, dicerca, dihina, sok suci dan lainnya), namun teruslah menggali. Dengan ketekunan dan berkah spiritual yang cukup, suatu waktu kehidupan akan memperlihatkan wajah jernihnya (kebahagiaan, kedamaian, keheningan, keikhlasan).





dan dari ane : Ketika kita sedang menggali sumur itu . kita tak bisa menggalinya lagi , tak bisa bergerak menggali ke kanan ke kiri ke atau semua arah . dan kita lihat lah ke Atas , karena  hanya ke atas kita bisa meminta pertolongan . Misalnya kita tak bisa lagi ngegali karena ada batu besar , mengubah galian ke kiri , gak bisa , ke kanan gak bisa sama2 ada batu yang keras . dan lalu kita meminta ke atas untuk mengirim benda yang dapat melubangi batu itu .

dan dalam kehidupan nyatanya . saat kita sedang menggali gali gali terus dan terus itu ilmu atau sedang berjalan dalam proses belajar .. dan sampai anda menemui masalah yang membuat anda terhenti  . dan pada saat itulah waktu nya anda melihat ke atas, anda meminta pertolongan lah ke Allah . karena Allah satu satunya pertolongan .





dalam kisah ane : ane lagi , giat-giatnya belajar , hingga terhenti karena 'ada cewek yang ngeceng(suka) ke ane . di situ ane terhenti , ane kacau Galau . dan di situ ane minta pertolongan Allah , dan hasilnya ada pertolongan dari Allah dan di permudah jalannya .tujuan ane yang di tengah jalan terhenti menjadi lancar kembali

pesan terakhir ...

Selamat menggali. Semoga semua berjumpa air jernih kehidupan!


jug ngagali jug ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar